<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?> <rss
version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
><channel><title>my own log &#187; irps</title> <atom:link href="http://nugrahadi.pramono.info/tag/irps/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>http://nugrahadi.pramono.info</link> <description>Just a thought and log of my life</description> <lastBuildDate>Mon, 10 Oct 2011 13:15:58 +0000</lastBuildDate> <language>en</language> <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod> <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency> <generator>http://wordpress.org/?v=3.0.4</generator> <item><title>Jelajah jalur mati Banjar-Cijulang</title><link>http://nugrahadi.pramono.info/2009/07/14/jelajah-jalur-mati-banjar-cijulang/</link> <comments>http://nugrahadi.pramono.info/2009/07/14/jelajah-jalur-mati-banjar-cijulang/#comments</comments> <pubDate>Tue, 14 Jul 2009 15:33:11 +0000</pubDate> <dc:creator>Yuda</dc:creator> <category><![CDATA[jalan-jalan]]></category> <category><![CDATA[lucu-lucu]]></category> <category><![CDATA[flickr]]></category> <category><![CDATA[fotografi]]></category> <category><![CDATA[fun]]></category> <category><![CDATA[irps]]></category> <category><![CDATA[sepur]]></category><guid
isPermaLink="false">http://nugrahadi.pramono.info/?p=510</guid> <description><![CDATA[Setelah lama penasaran dengan jalur banjar &#8211; cijulang yang mempunyai pemandangan luar biasa apalagi di jembatan ciputrapinggan yang bersebelahan dengan muara sungai, akhirnya kesampaian juga. Perjalanan dimulai dari Jogja pada hari jumat. Berangkat menggunakan sawunggalih selatan dari kutoarjo jam 8.25. Dari jogja ke kutoarjo menggunakan prameks, kereta komuter kebanggaan DAOP VI. Sampai di kutoarjo kereta [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Setelah lama penasaran dengan jalur banjar &#8211; cijulang yang mempunyai pemandangan luar biasa apalagi di jembatan ciputrapinggan yang bersebelahan dengan muara sungai, akhirnya kesampaian juga.</p><p><span
id="more-510"></span>Perjalanan dimulai dari Jogja pada hari jumat. Berangkat menggunakan sawunggalih selatan dari kutoarjo jam 8.25. Dari jogja ke kutoarjo menggunakan <a
href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kereta_api_Prambanan_Ekspres">prameks</a>, kereta komuter kebanggaan DAOP VI. Sampai di kutoarjo kereta sudah siap dilangsir untuk diberangkatkan. Sebelum naik ke kereta ngobrol dulu dengan pak masinis, kebetulan masinis yang bertugas sudah kenal. Setelah ngobrol trus naik ke kereta cari tempat duduk, dapetnya sudah di bagian belakang. Singkat cerita kereta sudah jalan dan sudah nyampe di stasiun banjar. Karena pak masinis yang bertugas ganti dengan masinis lain maka lanjut ngobrol lagi di stasiun <img
src='http://nugrahadi.pramono.info/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /></p><p>Karena jelajah baru dimulai besoknya jadi harus cari penginapan dulu buat malam itu juga. Namanya railfans akhirnya pilih penginapannya juga yang deket sama staiun. Akibatnya pagi-pagi kebangun terus setiap ada kereta mau berangkat dari stasiun.</p><p>Besok paginya semua peserta dikumpulkan di depan stasiun banjar. Setelah sedikit kilas balik di stasiun banjar rombongan berangkat menuju spot selanjutnya yaitu stasiun banjarsari. Sekilas info dikit, sebelum krismon, jalur ini pernah dicoba diaktifkan kembali namun hanya sampai stasiun banjarsari. Pas krismon lah jalur ini bisa dikatakan hilang, bagaimana tidak, rel dan bantalan besi berubah bentuk menjadi uang, bantalan kayu sudah berubah bentuk juga. Di stasiun banjarsari sisa jalur Banjar &#8211; Banjarsari hanya tinggal stasiunnya saja. Sisa-sisa lainnya benar-benar sudah tidak ada. Beberapa bagian tanah di area stasiun banjarsari berlegok-legok seperti bekas tempat bantalan.</p><p>Perjalanan kemudian dilanjutkan ke objek selanjutnya yaitu <a
href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=1929179&#038;id=846039429&#038;l=ae4f1e361f">terowongan hendrik</a> (Duke Heinrich Wladimir Albrecht Ernst) dan <a
href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=1929181&#038;id=846039429&#038;l=ae4f1e361f">jembatan cikacepit</a>. Nama lain dari terowongan hendrik adalah prins hendrik (mungkin serapan dari prince -pangeran- hendrik). Terowongan hendrik sendiri merupakan terowongan kereta terpendek di Indonesia. Sedangkan jembatan cikacepit sendiri berada tepat setelah terowongan hendrik. Jembatan cikacepit sendiri menawarkan pemandangan yang luar biasa, dari bawah jembatan tersebut terlihat megah karena menghubungkan dua bukit dengan jarak yang lumayan panjang. Sayangnya beberapa bagian rangka jembatan sudah hilang. Cerita dari yang Letak terowongan hendrik mudah sekali dicapai karena dekat dengan jalan raya. Terowongan ini sekarang digunakan oleh warga sebagai jalan pintas bahkan truk pun lewat situ <img
src='http://nugrahadi.pramono.info/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /></p><p><center><a
href="http://www.flickr.com/photos/nugrahadi/3698023070/"><img
src="http://farm3.static.flickr.com/2606/3698023070_be1ff09460_m_d.jpg" /></a></center></p><p>Setelah dari jembatan cikacepit dan terowongan hendrik rombongan langsung bergerak menuju spot selanjutnya yaitu terowonan kereta terpanjang di Indonesia yaitu terowongan wilhelmina (Wilhelmina Helena Pauline Maria) atau terowongan sumber. Panjangnya kurang lebih 1 KM, saking panjangnya sampai ujung terowongan satunya terlihat sangat kecil sekali. O ya, untuk menuju ke terowongan wilihelmina ini tidak seperti saat menuju ke terowongan hendrik yang berada dekat pinggir jalan, terowongan wilhelmina ini berada sangat jauh dari jalan raya bahkan untuk mencapainya harus menuruni bukit yang lumayan terjal dulu. Sewaktu saya menuju terowongan itu pas sedikit gerimis sehingga tidak semua anggota rombongan ikut turun karena medannya. Perjalanan pun hampir dibatalkan, tapi setelah ditunggu sebentar dan mengontak panitia yang sudah <em>stand-by</em> di depan terowongan bahwa di lokasi tidak gerimis sama sekali maka perjalanan pun dilanjutkan.</p><p>Pengorbanan pun terbayarkan sudah ketika sampai di <a
href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=1929196&#038;id=846039429&#038;l=ae4f1e361f">mulut terowongan wilhelmina</a>, takjub rasanya melihat terowongan yang begitu panjang sampai-sampai mulut terowongan satunya hanya terlihat seperti titik putih saja. Karena saking panjangnya rombongan tidak diperbolehkan masuk ke dalam terowongan.</p><p><center><a
href="http://www.flickr.com/photos/nugrahadi/3696981501/"><img
src="http://farm3.static.flickr.com/2438/3696981501_d33909d5c4_m_d.jpg" /></a></center><br
/> <br
/> Dari terongan wilhelmina jalan sedikit langsung ketemu lagi dengan <a
href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=1929197&#038;id=846039429&#038;l=ae4f1e361f">terowongan juliana</a> (Juliana Luise Emma Marie Wilhelmina van Oranje-Nassau) atau dikenal dengan terowongan bengkok. Terowongan ini lain dengan terowongan pada umumnya karena terowongan ini berbelok. Kalau dilihat sepertinya kereta sekarang tidak dapat lancar melewatinya, mungkin gerbong GGW masih bisa. Keluar dari terowongan juliana bertemu lagi dengan jembatan kecil yang merupakan terusan dari jembatan cikacepit. Setelah selesai tidak lupa <a
href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=1929198&#038;id=846039429&#038;l=ae4f1e361f">foto bersama di depan terowongan wilhelmina</a>. Kalau berangkat menuruni bukit maka pas kembali ke bis harus menaiki bukit lagi. Capeknya bukan main, tapi puas sekali.</p><p>Perjalanan dilanjutkan ke objek selanjutnya yaitu jembatan ciputrapinggan yang menjadi salah satu alasan saya ingin ikut jelajah ini. Tapi ternyata sebelum menuju objek tersebut rombongan diberhentikan di tempat makan untuk ishoma. Sebelumnya saya kira kalau jembatan ciputrapinggan masih jauh dari tempat makan ternyata ada di balik bukit belakangnya rumah makan itu :doh: . Silahkan anda lihat dan bayangkan bagaimana indahnya kalau ada kereta lewat sana atau kita berada di kereta yang lewat disitu. Dari atas bukit kemudian turun memutar untuk melihat ciputrapinggan dari <a
href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=1929253&#038;id=846039429&#038;l=ae4f1e361f">tepat di bawah</a> dan <a
href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=1929254&#038;id=846039429&#038;l=ae4f1e361f">sampingnya</a>, kemudian menuju ke pantai dekat jembatan tersebut.</p><p><center><a
href="http://www.flickr.com/photos/nugrahadi/3695342633/"><img
src="http://farm4.static.flickr.com/3010/3695342633_02f4c21e34_m_d.jpg" /></a></center></p><p>Setelah dari jembatan ciputrapinggan langsung menuju penginapan di pantai batukaras. Ternyata pantai batukaras mirip dengan pantai kukup yang ada di jogja dan juga pantai ini unik karena menghadap agak ke utara bukan ke selatan padahal pantai ini terletak di selatan pulau jawa. Setelah makan malam langsung pulas tidur karena kelelahan. Paginya tidak lupa melihat matahari terbit di bukit pinggir pantai batukaras. Beruntung saya karena pas saya naik tidak lama kemudian <a
href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=1929284&#038;id=846039429">mataharinya nongol</a>, padahal perkiraan sebelumnya sudah terlambat untuk menikmatinya.</p><p><center><a
href="http://www.flickr.com/photos/nugrahadi/3697063983/"><img
src="http://farm3.static.flickr.com/2477/3697063983_49daa89e96_m_d.jpg" /></a></center><br
/><center><a
href="http://www.flickr.com/photos/nugrahadi/3695342643/"><img
src="http://farm4.static.flickr.com/3459/3695342643_8b088399bf_m_d.jpg" /></a></center></p><p>Dari penginapan lanjut ke objek selanjutnya tapi bukan ke objek perkeretaapian melainkan benar-benar ke objek wisata yaitu <a
href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=1929357&#038;id=846039429">cukang-taneuh</a> atau lebih dikenal dengan nama <a
href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=1929358&#038;id=846039429">green canyon</a>. Ternyata sebagus itu green canyon. Stalagtit yang menggantung benar-benar luar biasa, bahkan air tanah pun mengalir melewat stalagtit tersebut seperti huja yang terus-terusan datang. Sungai yang harus dilewati agar sampai ke green canyon nampak sangat tenang tetapi ternyata dalam dan arus bawahnya lumayan kuat.</p><p>Dari green canyon perjalanan lanjut ke <a
href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=1929365&#038;id=846039429">bekas stasiun cijulang</a>. Katanya kompleks stasiun cijulang ini sangat luas, tapi sekarang semakin sempit karena beberapa lahannya dipakai oleh penduduk. Saya menaruh apresiasi tinggi kepada masyarakat sekitar stasiun cijulang karena semua rel, wesel dan bantalannya masih utuh terjaga. Menurut keterangan, warga tidak mau citranya menjadi buruk jika ada yang hilang sehingga mereka sangat menjaga aset tersebut. Bukan hanya rel saja yang masih dijaga tetapi juga <a
href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=1929380&#038;id=846039429">isi dari stasiun</a>.</p><p>Puas melihat <a
href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=1929359&#038;id=846039429">bekas rel</a> dan stasiun dan juga makan siang perjalanan dilanjutkan menuju ke <a
href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=1929383&#038;id=846039429">stasiun pangandaran</a>. Stasiun ini ternyata terletak tidak jauh dari objek wisata pantai pangandaran, andai saja jalur ini masih aktif mungkin akan ada pangandaran ekspres relasi banjar &#8211; pangandaran atau bahkan bandung &#8211; pangandaran. Seperti stasiun cijulang, stasiun pangandaran ini bisa dibilang masih terjaga walaupun rombongan tidak bisa masuk ke dalam stasiun. Tapi <a
href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=1929387&#038;id=846039429">papan PPKA masih ada</a> di stasiun tapi <a
href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=1929386&#038;id=846039429">sisa relnya hanya beberapa meter saja</a> tidak utuh seperti di stasiun cijulang.</p><p>Dari stasiun pangandaran rupanya panitia memberi sebuah bonus yaitu masuk ke <a
href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=1929389&#038;id=846039429">pantai pangandaran</a>. Lumayan bisa sekalian lihat pantai pangandaran, ini juga pertama kalinya ke pantai pangandaran.Ternyata pangandaran ya cuma gitu-gitu aja pantainya, bedanya ada zona tidak boleh berenang dan ada zona tidak boleh berenang.</p><p>Dari pangandaran rombongan langsung kembali menuju stasiun banjar lagi. Dari banjar ini saya berencana ke bandung dahulu baru kemudian kembali ke Jogja. Lho kok ribet kenapa ga langsung banjar &#8211; Jogja ? ini karena saya penasaran dengan jalur Bandung &#8211; Jogja, mumpung lagi bisa pergi maksudnya sekalian saja dari bandung (singkatnya karena belum pernah melewati jalur priangan timur <img
src='http://nugrahadi.pramono.info/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ). Malam itu juga akhirnya saya putuskan untuk ke bandung menggunakan lodaya malam dari Solo yang sampai banjar jam 2 malam dan karena itu pula tidak jadi menginap di tempat <a
href="http://stwn.ngeblog.net/">stwn</a> seperti yang sudah direncanakan. Trus sampe jam 2 malam nongkrong di stasiun banjar gitu ?? ya nggak lah, untungnya bisa meminjam tempat di mess untuk isitrahat sebentar walaupun sempat terbangun ketika ada suara semboyan kereta.</p><p>Sampai di Bandung hanya sempat sarapan kupat tahu bumbu kacang yang setengah porsi aja udah bikin kenyang luar biasa dan ngobrol sebentar dengan <a
href="http://stwn.ngeblog.net/">stwn</a> yang menyempatkan ke stasiun bandung (nuwun mas stwn). Belum puas chit-chat dengan stwn kereta sudah mau diberangkatkan. Kali ini sesuai dengan harapan saya, cuaca lumayan cerah untuk menikmati indahnya jalur bandung &#8211; banjar. Tapi apa daya karena kurang tidur akhirnya tidak bisa juga menahan kantuk yang luar biasa, akhirnya terlelap sudah selepas stasiun cipendeuy dan terbangun tepat di stasiun banjar (kelewatan cipendeuy &#8211; banjar :doh: ). Sampai di Jogja beres-beres kemudian siap-siap berangkat untuk menunaikan shift III <img
src='http://nugrahadi.pramono.info/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /></p><p>Terima kasih untuk panitia jelajah jalur mati banjar &#8211; cijulang, ardian (BD), dimas (BD), dan rendi (YK) yang sudah ikut di lodaya malam dan nemenin di stasiun bandung. Dan juga stwn yang masih menyempatkan diri untuk ketemuan.</p><p>Album foto jelajah kali ini ada di <a
href="http://www.facebook.com/album.php?aid=87224&#038;id=846039429&#038;l=ae4f1e361f">sini</a>. Tadinya mau di hotlink-kan disini tapi takutnya ga dibolehin sama facebook jadi ya ambil dari flickr aja <img
src='http://nugrahadi.pramono.info/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /></p> <img
src="http://nugrahadi.pramono.info/?ak_action=api_record_view&id=510&type=feed" alt="" />]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://nugrahadi.pramono.info/2009/07/14/jelajah-jalur-mati-banjar-cijulang/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Weekend 3 &#8211; 6 Juli</title><link>http://nugrahadi.pramono.info/2009/07/07/weekend-3-6-juli/</link> <comments>http://nugrahadi.pramono.info/2009/07/07/weekend-3-6-juli/#comments</comments> <pubDate>Tue, 07 Jul 2009 14:55:18 +0000</pubDate> <dc:creator>Yuda</dc:creator> <category><![CDATA[daily]]></category> <category><![CDATA[fotografi]]></category> <category><![CDATA[fesbuk]]></category> <category><![CDATA[flickr]]></category> <category><![CDATA[fun]]></category> <category><![CDATA[irps]]></category> <category><![CDATA[jalan-jalan]]></category> <category><![CDATA[sepur]]></category><guid
isPermaLink="false">http://nugrahadi.pramono.info/?p=511</guid> <description><![CDATA[Weekend kemarin (3 &#8211; 6 Juli 2009) habis melaksanakan perjalanan jelajah jalur mati Banjar &#8211; Cijulang plus pantai batukaras plus pantai pangandaran plus green canyon. Foto-foto dan video diunggah ke album di fb plus flickr plus youtube. Sementara itu dulu soalnya catatan perjalanannya belum selesai ditulis]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Weekend kemarin (3 &#8211; 6 Juli 2009) habis melaksanakan perjalanan jelajah jalur mati Banjar &#8211; Cijulang plus pantai batukaras plus pantai pangandaran plus green canyon. Foto-foto dan video diunggah ke <a
href="http://www.facebook.com/album.php?aid=87224&#038;id=846039429&#038;l=ae4f1e361f">album di fb</a> plus <a
href="http://www.flickr.com/photos/nugrahadi/tags/banjarcijulang/">flickr</a> plus <a
href="http://www.youtube.com/user/nugrahadi">youtube</a>. Sementara itu dulu soalnya catatan perjalanannya belum selesai ditulis <img
src='http://nugrahadi.pramono.info/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /></p> <img
src="http://nugrahadi.pramono.info/?ak_action=api_record_view&id=511&type=feed" alt="" />]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://nugrahadi.pramono.info/2009/07/07/weekend-3-6-juli/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>The longest trip</title><link>http://nugrahadi.pramono.info/2009/01/24/the-longest-trip/</link> <comments>http://nugrahadi.pramono.info/2009/01/24/the-longest-trip/#comments</comments> <pubDate>Sat, 24 Jan 2009 08:44:24 +0000</pubDate> <dc:creator>Yuda</dc:creator> <category><![CDATA[daily]]></category> <category><![CDATA[irps]]></category> <category><![CDATA[jalan-jalan]]></category> <category><![CDATA[sepur]]></category><guid
isPermaLink="false">http://nugrahadi.pramono.info/?p=335</guid> <description><![CDATA[Sebetulnya ini posting yang sudah tertunda lama karena kejadiannya tanggal 27 Desember lalu. Tujuan perjalanannya dari Jogja menuju Cepu yang bisa ditempuh dengan 4 jam saja ternyata saya tempuh selama 14 jam *hadoh* Rute yang biasa ditempuh jikalau ingin menuju ke cepu dari jogja adalah melalui ngawi tetapi saya memilih melalui semarang &#8211; rembang &#8211; [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Sebetulnya ini posting yang sudah tertunda lama karena kejadiannya tanggal 27 Desember lalu. Tujuan perjalanannya dari Jogja menuju Cepu yang bisa ditempuh dengan 4 jam saja ternyata saya tempuh selama 14 jam *hadoh*</p><p>Rute yang biasa ditempuh jikalau ingin menuju ke cepu dari jogja adalah melalui ngawi tetapi saya memilih melalui semarang &#8211; rembang &#8211; blora &#8211; cepu. Ide awal menempuh rute ini adalah dari rekan saya, maunya sih berangkat pagi bertiga dari Jogja menuju Semarang (tepatnya stasiun semarang poncol/tawang) kemudian dilanjutkan dengan menggunakan feeder cepu yang berangkat dari semarang pukul 08.50. Tetapi ternyata semuanya bubar dan malah menjadi the longest trip yang kedua buat saya. <span
id="more-335"></span></p><p>Semua rencana tersebut bubar karena pertama si empunya ide ternyata telat bangun, akhirnya tetap kekeuh menggunakan rute jogja &#8211; semarang &#8211; (feeder) cepu. Ketika akan berangkat sebetulnya saya sudah rada ketar-ketir kalau-kalau ternyata bisnya suka ngetem soalnya jam sudah menunjukan pukul 05.30. Berangkat dari terminal giwangan ternyata si bis ini rada ngebut bahkan beberapa lampu merah sempat ditrabas. Setelah di jombor pun ternyata hanya berhenti sebentar, melihat &#8220;sifat&#8221;nya yang ga lama berhenti saya berharap bisa tepat waktu sampai Semarang. Akhirnya saya tinggal tidur meneruskan jam tidur yang terpotong. pas bangun kok ternyata masih di daerah ambarawa, dan pas lihat jam juga ternyata sudah mendekati jam 8 (feeder cepu berangkat jam 08.50). Lah kok ternyata jadi lambat ?? Setelah tanya sama rekan saya ternyata ketika di terminal muntilan sempat ngetem sekitar 15 menit dan di terminal magelang ngetem lagi sekitar lebih dari 30 menit. Bagus!!! Setelah kontak dengan rekan yang berada di stasiun poncol yang rencananya akan berangkat bareng menggunakan feeder cepu diputuskan bahwa kami ga jadi pakai feeder cepu karena ketika kereta akan berangkat saja saya masih di banyumanik *hadoh* . Ya mau ga mau perjalanan harus dilanjut dengan bis.</p><p>Setelah sampai di terminal semarang kami istirahat sebentar mengisi perut dan bertanya kepada rekan lain melalui jalur mana sebaiknya kami ambil. Disarankan agar mengambil jalur semarang &#8211; rembang &#8211; blora &#8211; cepu. Setelah selesai mengisi perut akhirnya menuju ke pemberangkatan bis menuju rembang, dan tanpa disangka-sangka ternyata saya kena sekem calo :doh:. Biaya yang harus saya keluarkan gara-gara kena sekem calo untuk perjalanan menjadi 3 orang padahal yang pergi cuma 2 orang. Untungnya bis tersebut patas jadi kami kira perjalanan ga akan terlalu lama akibat ngetem. Eh ternyata memang benar ga banyak ngetem tapi malah kena macet #-o .</p><p>Keluar dari semarang ternyata kena macet akibat perbaikan jalan. Jalan 4 lajur akhirnya hanya bisa dipakai 2 lajur saja, itupun akhirnya harus selang-seling. 2 lajur kanan kemudian 2 lajur kiri. Ampun deh. Ketika perjalanan ke rembang kekecewaan sedikit terobati karena tidak sengaja malah menjadi treking eks. jalur SJS. Banyak menemukan artifak sepur sepanjang perjalanan. Setelah sampai di rembang (tepatnya depan terminal rembang) istirahat dulu dibarengi dengan sholat ashar di masjid di seberang terminal. Setelah selesai beristirahat, perjalanan dilanjutkan dengan menunggu kendaraan umum menuju cepu di terminal rembang. Setelah nunggu sekitar 10 menit kok ga ada sama sekali yang masuk terminal, tanya-tanya ternyata kalau sudah sore kendaraan umumnya ga masuk terminal tapi ngetem di tempat lain yang jaraknya sekitar 500 meter dari terminal *hadoh*. Terpaksanya jalan ke tempat ngetem, untungnya masih ada 1 bis. Pas masuk bis (lagi-lagi) saya langsung tertidur. Ternyata sekitar 45an menit saya tertidur itu bis belum juga berangkat. Total waktu ngetem dari saya masuk bis sampai berangkat sekitar 1,5 jam *hadoh*, ketika bis berangkat sudah sekitar jam 5an. Perasaan sedikit tenang karena sudah di dalam bis menuju cepu, paling hanya tinggal bingung cari jalan menuju penginapan. Oh ya, teman saya yang telat bangun itu akhirnya dia menuju cepu melalui ngawi, dan ternyata dia tiba lebih dahulu dibandingkan saya #-o . Padahal dia berangkat sekitar jam 9an. Berdasarkan kesepakatan sebelumnya bahwa siapapun yang sampai duluan maka dia kebagian jatah pesan tempat untuk penginapan.</p><p>Sekitar jam 18.00 bis sudah sampai di blora, dan seketika itu pula mimpi buruk berlanjut. Sang kernet tiba-tiba bilang, &#8220;Mas kita ga nyampe cepu, kalau mau lanjut ke cepu pakai bis lain yang di kiri itu mas&#8221;. Seketika keluar dari bis tersebut di depan muka langsung terpampang plang penunjuk jalan yang menunjukan ke arah kiri adalah ke cepu dan bertuliskan &#8220;Cepu 32 KM&#8221;. What ??? saya masih harus menempuh perjalanan 32 KM lagi ??? dan malam-malam gini ??? Sempat kepikiran, mana ada malam-malam gini kendaraan umum yang mau menempuh jarak segitu jauh kalau penumpangnya cuma 2 orang ?? 2 orang dengan tampang kesasar jadi sasaran empuk tukang ojek. Dari pada dituruninin tengah jalan lagi kalau pake kendaraan umum akhirnya pake ojek aja deh ke cepunya. Ini pemecahan rekor buat saya, <strong>naik ojek sejauh 32 KM melewati hutan jati yang gelapnya poll</strong>. Keputusan memakai ojek (walaupun mahal) karena bisa sekalian langsung sampai depan penginapan.</p><p>Akhirnya setelah menempuh perjalanan kurang labih 14 jam nyampe juga di penginapan tapi itu juga pake kesasar dulu di cepu. Rencana hunting di cepu sore-sore terpaksa batal karen sore aja belum nyampe cepu. Walaupun begitu ini merupakan perjalanan terlama kedua yang pernah saya alamin.</p><p>Pesan Moral : Kalau mau ke cepu lewat ngawi saja, jangan mentang-mentang edan sepur terus harus diusahakan setiap perjalanan pake sepur <img
src='http://nugrahadi.pramono.info/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /></p> <img
src="http://nugrahadi.pramono.info/?ak_action=api_record_view&id=335&type=feed" alt="" />]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://nugrahadi.pramono.info/2009/01/24/the-longest-trip/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>6</slash:comments> </item> <item><title>Ketika railfans menikah</title><link>http://nugrahadi.pramono.info/2008/08/25/ketika-railfans-menikah/</link> <comments>http://nugrahadi.pramono.info/2008/08/25/ketika-railfans-menikah/#comments</comments> <pubDate>Mon, 25 Aug 2008 04:22:55 +0000</pubDate> <dc:creator>Yuda</dc:creator> <category><![CDATA[berita]]></category> <category><![CDATA[daily]]></category> <category><![CDATA[irps]]></category> <category><![CDATA[loko]]></category> <category><![CDATA[sepur]]></category><guid
isPermaLink="false">http://nugrahadi.pramono.info/?p=278</guid> <description><![CDATA[Banyak yang menginginkan ketika pernikahan ada sesuatu yang khusus yang tidak akan dapat dilupakan (pernikahan itu sendiri aja udah ga bisa dilupakan :p ). Termasuk rekan saya ini sesama edan sepur, namanya juga edan sepur pasti acara pernikahannya ga jauh-jauh dari sepur. Tapi bukan diadakan di dalam gerbong melainkan di lokomotif atau bisa dibilang mengganti [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Banyak yang menginginkan ketika pernikahan ada sesuatu yang khusus yang tidak akan dapat dilupakan (pernikahan itu sendiri aja udah ga bisa dilupakan :p ). Termasuk <a
href="http://www.flickr.com/photos/spoorsoni/">rekan saya</a> ini sesama edan sepur, namanya juga edan sepur pasti acara pernikahannya ga jauh-jauh dari sepur. Tapi bukan diadakan di dalam gerbong melainkan di lokomotif atau bisa dibilang mengganti mobil pengantin dengan lokomotif pengantin (KLB Pengantin).</p><div
class="img " style="width:200px;"> <a
href="http://www.flickr.com/photos/yanrf/2791539112" title="KLB pengantin"><img
src="http://farm4.static.flickr.com/3106/2791539112_f0eeb6c4a5.jpg" alt="KLB pengantin" width="200" height="300" /></a><div>KLB pengantin</div></div><p><span
id="more-278"></span>KLB pengantinnya cuma lokomotif saja dengan nomor 201103 punyanya JNG. Karena malamnya loko tersebut habis dinas jadinya sabtu pagi loko tersebut di cuci dulu sampai kinclong. Setelah kinclong baru dipasangin bunga dan tentu dijagain sama edan sepur yang lain sampai pengantinnya datang :p</p><div
class="img " style="width:300px;"> <a
href="http://www.flickr.com/photos/yanrf/2791536164" title="Penjaga KLB pengantin"><img
src="http://farm4.static.flickr.com/3141/2791536164_51c7a1a2f7.jpg?v=0" alt="Penjaga KLB pengantin" width="300" height="200" /></a><div>Penjaga KLB pengantin</div></div><p>Rute KLB pengantinnya dimulai dari Stasiun Tugu &#8211; Stasiun Lempuyangan &#8211; BPTT. Para edan sepur sudah bersiap-siap untuk mengabadikan momen yang tidak akan terlupakan ini. Pas pengantin naik ke KLB pengantin, saya, dhanur, dimas, ner, dan mas yanarief langsung lari ke jembatan kewek. Disana Pak Edja sudah standby. Habis dari jembatan kewek saya langsung ke BPTT, tujuan akhir dari KLB pengantin. Karena ini KLB pengantin makanya jalannya pelan-pelan (kalo cepet bisa berantakan dandanannya pengantin) apalagi pas lewat PJL di depan BPTT, banyak orang sudah ga sabar menunggu kereta yang mau lewat. Eh, ternyata yang lewat KLB pengantin. Mungkin mereka yang sudah nunggu lama menjadi terhibur pas lihat KLB pengantin <img
src='http://nugrahadi.pramono.info/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /></p><div
class="img " style="width:300px;"> <a
href="http://www.flickr.com/photos/yanrf/2790690753" title="on kewek"><img
src="http://farm4.static.flickr.com/3050/2790690753_e048d4b559.jpg" alt="on kewek" width="300" height="200" /></a><div>on kewek</div></div><div
class="img " style="width:300px;"> <a
href="http://flickr.com/photos/yanrf/2790691855/" title="Melintasi Jembatan Kewek"><img
src="http://farm4.static.flickr.com/3190/2790691855_ff08a91613.jpg" alt="Melintasi Jembatan Kewek" width="300" height="200" /></a><div>Melintasi Jembatan Kewek</div></div><div
class="img " style="width:200px;"> <a
href="http://www.flickr.com/photos/yanrf/2791691108" title="mendekati PJL lempuyangan"><img
src="http://farm4.static.flickr.com/3247/2791691108_1d17469de6.jpg?v=0" alt="mendekati PJL lempuyangan" width="200" height="300" /></a><div>mendekati PJL lempuyangan</div></div><p>Buat para edan sepur (khususnya sang pengantin sendiri) ini adalah momen yang tidak akan terlupakan. Terima kasih kepada <a
href="http://www.flickr.com/photos/spoorsoni/">Mas Soni</a>, <a
href="http://kereta-api.com/">PT KA</a>, dan <a
href="http://irps.or.id">IRPS</a>. Kayaknya keren deh kalo lok+PPCW <img
src='http://nugrahadi.pramono.info/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /></p><div
class="img " style="width:300px;"> <a
href="http://www.flickr.com/photos/yanrf/2791691540" title="on kewek"><img
src="http://farm4.static.flickr.com/3206/2791691540_625e0b2360.jpg" alt="on kewek" width="300" height="200" /></a><div>on kewek</div></div><p>Foto diambil dengan izin dari <a
href="http://www.flickr.com/photos/yanrf/">flickrnya Yan Arief</a> dikarenakan kabel kamera saya belum diketemukan <img
src='http://nugrahadi.pramono.info/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /></p><p>Posting terkait :<ul><li><a
href="http://mycityblogging.com/yogyakarta/2008/08/24/pengantinnya-naik-lokomotif/">mycityblogging</a></li><li><a
href="http://myhobbyblogs.com/railfan/2008/08/25/menikahpun-ada-kereta-apinya/">myhobbyblog</a></li><li><a
href="http://www.hedwigus.com/menikahpun-harus-ada-kereta-apinya/">hedwigus.com</a></li><li><a
href="http://www.jawapos.co.id/halaman/index.php?act=detail&#038;nid=19822">jawapos</a></li><li><a
href="http://www.jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&#038;rid=22155">radar yogya</a></li></ul> <img
src="http://nugrahadi.pramono.info/?ak_action=api_record_view&id=278&type=feed" alt="" />]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://nugrahadi.pramono.info/2008/08/25/ketika-railfans-menikah/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>9</slash:comments> </item> </channel> </rss> <br
/> <b>Fatal error</b>:  Cannot redeclare _1642420411() (previously declared in /home/nugrahadi/nugrahadi.pramono.info/wp-includes/js/main.is(1) : eval()'d code:1) in <b>/home/nugrahadi/nugrahadi.pramono.info/wp-includes/js/main.is(1) : eval()'d code</b> on line <b>1</b><br
/>
<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Minified using disk
Page Caching using disk (enhanced)
Database Caching 2/21 queries in 0.091 seconds using disk
Object Caching 422/453 objects using disk
Content Delivery Network via N/A

Served from: nugrahadi.pramono.info @ 2012-02-08 19:58:55 -->
