Melanjutkan cerita dari part 1, sampai di kuala lumpur masih pagi buta sekitar jam 6 pagi. Ya, pagi buta karena beda waktu 1 jam dengan WIB. Rencana utama selama di KL adalah ke ikonnya kuala lumpur, apalagi kalo bukan menara kembar petronas. Rencananya memang cuma itu aja karena ga sampai 24 jam di kuala lumpur.

Untuk menuju menara ke kembar petronas, dari stasiun KL sentral (yang merupakan pemberhentian terakhir kereta singapura-kuala lumpur) cukup naik RapidKL langsung ke stasiun KLCC. Awalnya saya mengira stasiun KLCC berada di sebelah menara kembar, pas tanya sama pengunjung ternyata sudah berada di bawah menara kembar. Setelah a little lost langsung menuju antrian untuk naik ke skybridge. Ga disangka ternyata antriannya sudah panjang. Padahal waktu itu belum sampai jam 7 pagi.

Ada 2 paket wisata di menara kembar petronas, yang pertama hanya ke skybrdige di lantai 41 dan yang kedua ke skybridge dan observation tower di lantai paling atas. Semua paket terdiri atas beberapa slot waktu, ketika giliran saya membeli tiket saya hanya mendapat slot waktu jam 16.00 dan paket 2 (skybridge+observation tower) sudah habis. Jadi saran saya sebisa mungkin datang pagi-pagi sekali, jam 5 pagi kalau bisa malah lebih bagus supaya bisa lebih bebas memilih paket dan slot waktu. Mungkin juga karena sedang weekend makanya pengunjungnya lebih banyak.

Setelah mendapat tiket skybridge petronas, tidak lupa foto-foto di depan menara kembar sebagai bukti sudah pernah sampai sana :D .

Petronas Twin Tower
Petronas Twin Tower

Petronas Twin Tower di malam hari
Petronas Twin Tower di malam hari

narsis di depan Petronas Twin Tower
narsis di depan Petronas Twin Tower

Sudah puas foto-foto saya menuju penginapan di daerah chow kit. Untuk menuju ke chow kit dari KLCC bisa memakai RapidKL ke stasiun dang wangi lalu transit ke stasiun bukit nanas untuk ganti ke monorail. Karena monorail dan RapidKL tidak terlalu terintegrasi maka harus jalan sekitar 300 meter dari stasiun dang wangi ke stasiun bukit nanas.

Di chow kit, saya menginap di hostel cosmopolitan. Ketika pertama kali melihat bangunannya anda pasti ragu seperti apa dalamnya. Untungnya istilah don’t judge the book by it’s cover berlaku disini. Hostel cosmopolitan terletak di lantai 4 dari sebuah gedung yang terlihat tak terawat. Namun ternyata penampilan gedung tersebut tidak mewakili hostel cosmopolitan. Ketika sudah berada di dalam, suasananya sangat nyaman untuk sebuah hostel backpacker. Di hostel ini, selain menyediakan penginapan per malam, ternyata juga menyediakan paket per jam. Aslinya paket tersebut cocok untuk model perjalanan saya, tapi sayangnya saya baru tau pas sudah di hostel dan tidak dapat merubah booking :(

Di hostel, saya hanya transit untuk mandi dan sekedar meluruskan badan (walau akhirnya tidur juga). Baru kali itu bisa menikmati segarnya air karena sudah ga mandi sejak landing hari kemarinnya :D . Saya juga sempat ngobrol dengan seorang backpacker dari jerman. Dia bercerita bahwa sebelumnya dia baru saja backpacking dari Indonesia. Rutenya Bali – Jogja – Jakarta. Dia juga cerita bahwa ketika di jogja ada yang menyalaminya dengan nazi salute o_O

Selesai transit, kembali menuju menara petronas untuk naik ke skybridge. Sebelum naik, terlebih dulu diberikan video pengantar sejarah menara kembar petronas. Setelah video selesai baru masuk lift menuju skybridge. Lift menuju skybridge ini bukan lift biasa. Kalo saya bisa bilang kecepatan naiknya 1 lantai per detik. Gimana nggak, counter lantainya udah kayak detik di jam digital cepetnya, malah mungkin lebih cepet. Setelah sampai di skybridge, seperti biasa, foto2 dulu, karena teman saya pernah bilang “hora percoyo yen hora ono fotone”. Di skybridge, pengunjung cuma diberi waktu sekitar 20 menit, dan setiap rombongan dalam satu slot waktu diberi semacam name tag namun dengan warna yang berbeda-beda.

Petronas Skybridge panorama view
Petronas Skybridge panorama view

Selesai dari skybridge, saya menuju ke aquaria KLCC, salah satu tempat wisata yang dekat dengan menara kembar, sebetulnya masih satu komplek sih :D . Aquaria ini mirip seperti seaworld, yang isinya akuarium raksasa dan koleksi berbagai macam hewan air.

Aquaria KLCC
Aquaria KLCC



Karena sudah mulai malam jadi saya harus segera kembali ke penginapan dan menuju ke KL Sentral untuk kembali ke singapura dengan kereta yang berangkat jam 23.00 (GMT +8). Untuk perjalanan balik ke singapura, saya mendapatkan tiket untuk kereta tidur kelas 2. Ya lumayan sih untuk sekedar selonjor walapun panjangnya pas mentok kalau dipakai selonjor. Tambah susah lagi selonjor kalau ditambahin tas :|

Kereta tidur
Kereta tidur

Kereta tidur
Kereta tidur

Kereta tidur
Kereta tidur

Kereta tidur
Kereta tidur

Kereta tidur
Kereta tidur

That is it, di Kuala Lumpur kurang dari 24 jam :D . Dilanjut ke bagian selanjutnya (yang ga tau terbitnya kapan) karena perjalanan belum berakhir.

Tidak ada Komentar

    (Required)
    (Required, will not be published)