Dari dulu saya memang naksir yang namanya palmOS salah satunya karena responnya yang cepat. Alhamdulillah akhirnya saya diberi kesempatan menggunakan sebuah gadget bersistem operasi palmOS. Secara kebetulan big boss melelang palm treo 650 miliknya dengan persyaratan kalau sudah bosan menggunakan harus dijual lagi ke beliau :D . Kesempatan tidak datang dua kali, langsung saja saya membuka thread di groupware lokal untuk memulai lelang. Setelah lelang yang alot di detik-detik akhir akhirnya bisa juga saya menangkan.

treo 650

Ketika gadget sudah di tangan hal pertama yang terfiikirkan adalah bagaimana caranya agar bisa berkenalan dengan linux. Googling-googling dapat informasi ini tapi sayangnya kebanyakan tutorialnya bluetooth yang mana tidak bisa saya lakukan karena ga punya bluetooth di pc. Ternyata dengan menggunakan pilot-xfer palm treonya bisa berkomunikasi dengan linux. Namun sayangnya tidak menggunakan gui. Setelah googling lagi akhirnya ketemu aplikasi berbasis gui namanya jpilot. Inisiasi pertama gagal dan memunculkan pesan error bahwa tidak ada /dev/pilot, utak-atik /dev tidak bisa juga. Ternyata mengubah binding devicenya bisa dilakukan di jpilot tanpa harus meng-create dan symlink si /dev/pilot, dan bisa diubah menjadi usb:. Lagi-lagi sok console #-o

Petualangan dimulai, karena baru coba-coba menggunakan jpilot ternyata ketika hotsync, terinstall aplikasi bawaan dari jpilot yang mana membuat si treo pun reboot terus menerus tanpa henti *doh*. Panik bukan main melihat treo-nya menjadi reboot terus menerus. Soft reset ga manjur, warm reset juga ga manjur walaupun tetap bisa masuk sistem tapi banyak fitur jadi tidak bisa dipakai. Hampir saja dilakukan hard reset atau bahkan zero-out reset, tapi tidak jadi karena teringat ketika menggunakan pilot-xfer saya sempat melakukan backup terlebih dahulu. Dengan berbekal warm reset lagi (untungnya dengan warm reset masih bisa melakukan hotsync) saya paksa install lagi aplikasi yang tadi tidak sengaja terinstall dengan aplikasi hasil backup. Setelah soft-reset treo-nya normal kembali *dance*. Huff… akhirnya ga jadi hard reset.

Menggunakan treo memang butuh penyesuaian lagi, yang paling berasa adalah ketika menulis sms. Biasanya untuk menulis huruf o di w200i harus 3 kali memencet keypad 6, nah ternyata di treo pun ga berubah. Sudah pencet keypad o tapi malah 3 kali mencetnya :D . Selain itu contact dari w200i juga harus dipindah ke treo. Untung saja treo mau menerima dan bisa memparsing format contact w200i. Untung juga dengan treo masih bisa nge-plurk dan nge-kron menggunakan blazer.

Berhubung treo ini ber-status pinjaman maka w200i tidak akan dipensiunkan hanya saja dipakai kalau dalam perjalanan saja biar ga ribet di kantong :D

I’m treo what about you ??

& Komentar

  • At 2009.02.26 21:55, stwn said:

    pernah pake pda sony clie, sistem operasinya palm os. sinkronisasi pake jpilot juga atau kpilot.

    kok pinjeman?

    • At 2009.02.27 08:15, Yuda said:

      dipinjemin sampai bosen, kalau sudah bosen kembalikan ke pemiliknya :D

    • At 2009.02.27 08:07, ryan_oke said:

      Jadi dirimu yang memenangkan lelang?
      *makan2(tm)* :D

      • At 2009.02.27 09:23, Meti said:

        i’m (still) ME45 :D

        disewakan kaliii……
        tapi iya juga sih…. Makan2… :D

        • At 2009.03.30 03:34, Catatan palm treo 650 | my own log said:

          [...] 33 hari memakai palm treo 650. Posting ini sekedar catatan ngoprek palm treo 650. Beberapa aplikasi baru dan trik sempat [...]

          (Required)
          (Required, will not be published)