Linux sekarang ini tidak hanya digemari oleh laki-laki saja namun sekarang sudah mulai disenangi perempuan..

Beberapa hari belakangan baru saja saya memigrasikan laptop teman ke ubuntu linux. Migrasi ini pun bukan atas dasar paksaan namun dari keputusan teman saya tersebut untuk menginstall ubuntu di laptopnya. Alasanya klasik, sudah capek berurusan dengan virus. Sebulan yang lalu laptopnya baru saya install ulang karena virus dan tebak, akhirnya 2 hari yang lalu dibawa lagi ke saya untuk diperbaiki dari serangan virus yang menyebabkan tidak bisa login ke sistem. Duh, capee deh…

Di laptopnya ada beberapa data penting yang mesti diselamatkan, ya terpaksa deh diselamatkan pake linux live cd. Pas dalam proses penyelamatan data, teman saya ini terkesima begitu melihat linux live cd bisa dengan santainya masuk ke ‘ladang ranjau’,he..he.. belum tau dia. Ketika saya ditanya apa ga takut masuk ‘ladang ranjau’ ? ya jawaban saya “virus di win tidak akan bisa menyerang linux, so ngapain takut?”. Setelah melihat sendiri kemampuan linux akhirnya mulailah saya diinterogasi macem-macem tentang linux. Setelah selesai menyelamatkan data, saya kasih dia cd ubuntu. Biar dia mencoba sendiri bagaimana linux itu sebenarnya, walaupun hanya mode live tapi ga papa lah yang penting coba dulu. Trus gimana itu nasib sistem yang kena virus ??? kata yang punya laptop “di format ulang aja lah!!”.

Kemarin akhirnya dia mantap pindah ke linux, setelah semalaman mencoba-coba ubuntu, dan dia juga bilang klo pake ubuntu ga terlalu susah. Karena sudah mantap akhirnya saya install itu ubuntu ke laptopnya. Setelah install ubuntu tidak lupa install juga paket restricted agar bisa mainin mp3, tapi untuk mutar vcd-nya blm bisa. Setelah install paket restricted saya juga mendemokan keunggulan lain dari ubuntu yaitu compiz. Secara default feisty (ubuntu yang dipake) sudah menyediakan compiz. Setelah sedikit demo compiz makin bengong aja teman saya ini :lol:

Sekedar saran, klo mau memigrasikan end user yang hanya tau beres dan tidak ada koneksi internet tidak disarankan memakai ubuntu, karena untuk mp3 dan pemutar vcd-nya harus diinstall melalui internet. Ubuntu secara default tidak menyediakannya.

Nah, trus hubungannya sama tulisan di awal posting apa ?? Nah, teman saya ini seorang perempuan dan dia bisa dikategorikan sebagai end user dan bukan seorang geek, tapi dia masih mau mencoba sesuatu yang berbeda dan berani untuk berpindah. Kebanyakan orang masih ada yang belum berani ber-migrasi walaupun sudah mengetahui bagaimana enaknya pake linux. Kalau mengadaptasi tagline dari sebuah produk maka : “Kalau ada linux buat apa bayar lebih mahal ??”

Satu lagi teman saya, seorang perempuan, bisa dibilang geek, juga menyukai linux. Dan bahkan dia juga bergabung dengan KPLI. Setiap jemuah dia pasti datang dan membuat pemandangan yang berbeda dari jemuah-jemuah sebelumnya. Kalo saya lihat sih seperti ‘perawan di sarang penyamun’ :D

Hope in the future there will be a lot of women join and involve in linux community (especially in Indonesia).

Popularity: 12% [?]


Related Posts