Bencana alam sekarang ini sepertinya tidak ada habis-habisnya apalagi di sini nih di Jogja. Minggu kemarin 18-02-2007 ada angin puting beliung yang lumayan dahsyat dan juga tanggal 27 Mei 2006 ada gempa bumi dahsyat yang menggoyang Jogja dan bikin shock warga Jogja. Tapi yang bikin shock seluruh warga Indonesia adalah ketika Gempa dan tsunami di aceh.

Semua bencana yang saya sebutin diatas mempunyai istilah lokal dan untuk tsunami ada tradisi lokal yang berlaku di daerah tersebut. Di Jogja istilah lokal untuk gempa adalah ‘lindu’ dan untuk angin puting beliung adalah ‘leysus’. Dan ketika terjadi tsunami di daerah aceh ada penduduk di suatu pulau yang mempunyai tradisi atau semacam wasiat dari para leluluhur bahwa jika air laut surut secara tiba-tiba maka larilah ke tempat yang tinggi, kira-kira seperti itu.

Hal-hal tersebut membuat saya jadi berfikir. Ini berarti pendahulu-pendahulu kita pernah mengalami bencana alam tersebut. Sebut saja gempa, sampai ada istilah lokal untuk gempa yaitu ‘lindu’. Berarti dengan adanya istilah lokal tersebut pendahulu kita di daerah Jogja ini pernah mengalami gempa yang lumayan dahsyat hingga mereka menciptakan istilah sendiri. Begitu juga ketika terjadi tsunami. Pendahulu kita di daerah tersebut mungkin pernah mengalami tsunami yang lumayan besar di daerah mereka sehingga mereka mempelajari tanda-tanda akan adanya bencana tersebut dan menjadikan cara menghindarinya dengan menurunkan cara tersebut secara turun-temurun sehingga terciptalah tradisi tersebut.

Nah, dari melihat istilah dan tradisi lokal sebetulnya kita juga bisa melihat catatan sejarah dari daerah tersebut. Hal ini saja baru saya sadari beberapa minggu terakhir dan baru sempat ditulis kali ini :D. Kearifan/istilah/tradisi lokal memang mempunyai maksud dibalik itu semua.

Popularity: 9% [?]


Related Posts