CDMA ( Code Division Multiple Access ) sekarang ini sedang banyak dibicarakan orang-orang. CDMA adalah teknologi baru dalam dunia selular. CDMA menawarkan solusi telekomunikasi yang cukup aman dan murah. Kenapa bisa lebih murah? Ini karena setiap percakapan dalam CDMA mengunakan kode yang berbeda-beda. Dengan adanya pengkodean tersebut maka dalam rancangan BTS setiap sel yang berdekatan dapat menggunakan frekuensi yang sama. Selain itu juga pada CDMA dalam satu frekuensi dan satu waktu dapat terjadi lebih dari 1 percakapan. Bandingkan dengan GSM yang dalam satu frekuensi dan satu waktu hanya dapat menangani 1 percakapan. Ini karena GSM menggunakan basis TDMA (Time Division Multiple Access).

Itu adalah keringanan biaya dari segi teknis, selain itu banyak operator telekomunikasi yang menggunakan CDMA beroperasi dengan lisensi Fixed Wireless dimana lisensi tersebut lebih murah dibandingkan Wireless. Nah, disini kebanyakan orang menjadi salah kaprah tentang CDMA (mbahas salah kaparah lagi nih.. ). Banyak orang berfikiran bahwa CDMA itu lebih murah dari pada GSM tetapi tidak bisa semobile GSM. Nah, ini dia…   Kenyataan bahwa CDMA lebih murah dari pada GSM memang betul. Namun bergantug dari operatornya. Jika operatornya memakai lisensi fixed wireless (Flexi, StarOne, Esia, dll) memang biaya pulsanya akan lebih murah (bila menelpon PSTN lokal) tapi kalau operatornya memakai lisensi wireless (Fren, dll) ya ga beda jauh sama biaya pulsa operator GSM. Trus salah kaprah yang kedua adalah soal mobilitas dari CDMA. Sekali lagi itu soal apa lisensi yang dipakai. Kalau memakai lisensi fixed wireless yang ngga semobile GSM karena sebetulnya lisensi fixed wireless hampir sama dengan PSTN. Hanya bekerja di wilayah atau kode area tertentu, kalau keluar dari wilayahnya ya langsung mati (mau nyoba bawa starone Jogja ke Magelang :D). Tetapi kalau memakai lisensi wireless ya sama seperti GSM, bisa dibawa kemana aja asal masih ada sinyal.

Dulu pernah pingin coba CDMA tapi karena mesti beli hp lagi akhirnya ga jadi coba. Tapi pas dapat warisan hp CDMA yang udah rusak (tapi masih bisa buat nelpon sama sms) casingnya jadi pingin nyoba CDMA. Operator pertama yang dijadiin percobaan adalah Fren. Kenapa Fren? Soalnya kakak saya make fren juga, kan kalau sesama fren cuma Rp. 7/30 detik (bukan promosi lho.. ). Jadi bisa puas nelponnya. Pertama kali buat telpon lancar-lancar aja kaya kalau make GSM. Tapi kok lama kelamaan hapenya kerasa panas? padahal baru dipakai +-5menit. Ternyata kakak saya juga bilang gitu. Kalau nelpon pakai CDMA emang handsetnya jadi kerasa panas. Setelah tanya Mas Sigit ternyata sama juga (N6015). Hmm… kok bisa ya??

Setelah mengingat-ingat materi CDMA pada kuliah Komunikasi Modern ternyata kemungkinan panas pada handset CDMA adalah karena proses pada CDMA lebih banyak diabndingkan GSM. Proses yang tidak ada pada GSM adalah proses mengurai sandi dan menyandikan setiap percakapan dan meruba-rubah frekuensi karena CDMA berbasis spread spectrum (Spektru Tersebar). Sehingga handset CDMA butuh lebih banyak tenaga dalam operasinya karena tidak hanya memancar dan menerima percakapan namun juga menyandikan dan mengurai sandi setiap percakapan. Jadi biar ngobrolnya lebih enak kan bisa pake headset.

Popularity: 17% [?]


Related Posts