Sepinya hidup tanpa Internet
berita Desember 29th, 2006Internet sekarang sudah menjadi bagian hidup. Rasanya klo ga nge-net kayaknya ada yang kurang gitu. Nah pas link internasional mati (hampir semua mati) kerasa deh betapa hidup begitu sepi tanpa internet. Untungnya masih ada IIX dan banyak orang yang berbaik hati me-mirror-kan beberapa situs luar negeri, jadinya hidup tidak begitu sepi tanpa adanya link internasional. Beberapa mirror yang saya tahu seperti id.php.net tetap bisa diakses. Untung aja ada mirrornya klo ga bisa ga selesai nih kerja praktekku. Selain mirror situs luar negeri, situs berita dalam negeri seperti detik dan kompas untungnya servernya ada di dalam negeri jadi tetap bisa diakses dan tetap bisa memeperoleh berita tentang putusnya link internasional Indonesia.
Putusnya koneksi internasional ini saya tau pertama dari status YMnya josh yang isinya klo ga salah “backbone TELKOM loss 97%” dan itu juga masih belon sadar klo link internasional Indonesia putus, setelah itu klo ga salah 1/2 jam kemudian langsung YM putus dan ga bisa konek lagi. Putusnya koneksi (link) internasional Indonesia dikarenakan putusnya kabel fiber optic bawah laut di daerah taiwan. Akibat putusnya kabel tersebut tidak hanya link internasional Indonesia yang sekarat tetapi juga hampir seluruh asia mengalami gangguan. Kronologis putusnya bisa dilihat di detikinet. Hari ini (27/12/2006) beberapa situs yang di hosting di luar negeri ga bisa diakses sama sekali. Kalaupun bisa itupun nunggunya luaamaa buanget dan seringnya gagal. Dengan keadaan kayak gitu sempat car-cari web apa yang bisa diakses, website seperti jaringan.info bisa diakses. Setelah ditelusuri jejaknya ternyata jaringan.info lewat jalur ke Jepang sehingga tidak bermasalah. Hasil telusuran jejak juga tidak ada link yang terputus. Beberapa user yang datang ke warnet juga diberitahukan terlebih dahulu bahwa koneksi internet ada gangguan, jadi website internasional ga bisa diakses. Banyak sih yang kecewa, ada juga beberapa yang sepertinya sudah menebak duluan. Mungkin sekarang banyak isp yang sedang mengalihkan linknya ke tempat lain.
Sesuai dengan kuliah Teknik Transmisi yang saya dapat bahwa koneksi atau sebuah link harus mempunyai setidaknya 2 jalur yaitu main link (jalur utama) dan backup link (jalur cadangan). Jadi ketika jalur utama (main link) mengalami gangguan maka jalur cadangan dapat langsung difungsikan. Perkiraan nih pasti sekarang (27/12/2006) isp-isp pada sibuk untuk mengarahkan linknya ke link backup.
Balik lagi tentang adanya konten lokal semisal detik atau kompas, Indonesia masih kekurangan konten lokal yang berkualitas. Pada waktu sebelum link internasional mati, saya masih beruntung sempat memasukkan beberapa link rss situs berita luar negeri ke agregator di groups.or.id dimana server groups.or.id berada di CBN ( klo ga salah ) jadi masih mungkin kebagian sedikit link internasional backupnya CBN. Setelah buka agregator di groups.or.id sempet liat headline berita di luar negeri. groups.or.id sebetulnya menawarkan jasa mailing-list sehingga trafiknya lokal. Layanan tersebut sebetulnya sangat berguna ketika insiden seperti sekarang ini terjadi lagi. Tetapi banyak pengguna layanan groups.or.id tersebut menggunakan email luar negeri seperti yahoo ataupun gmail ( gw sendiri pake gmail
tapi ada backup di server kantor
). Hingga “pakar” kita di media cetak menulis kira-kira bunyinya “ya beginilah klo gratisan”. Website kuliax project masih bisa diakses karena servernya berada di dalam negeri. Tapi ga bisa cek email gara-gara di host ke google mail. Herannya, kok spam bot masih sempet-sempetnya kirim spam ke web Indonesia. Padahal lagi red-alert gini.
Pas koneksi internasional putus akhirnya jadi bengong. Dari pada bengong siang-siang akhirnya nulis ini deh. Nulisnya pun offline, karena blog ini tidak bisa diakses karena servernya berada di luar negeri. Hari ini tepatnya tadi siang ( klo ga salah pas sebelum sholat Jum’at ) link internasional sudah kembali lagi. Tulisan hasil pengisi bengong di siang hari pun akhirnya bisa di online-kan malam ini.
Dari setiap bencana yang kita alami ambil saja berkahnya yang mana kita harus menggalakan konten lokal. Dan ga lupa salut buat mereka yang bekerja keras meng-konek-kan link internasional Indonesia dengan berbagai cara. Thank’s to you all.
Popularity: 9% [?]
Related Posts
- Punya account Gmail tanpa ‘ngemis’
- Broadband over power line
- Baca detiki-net tanpa mengunjungi
- Internet ada, kursi-meja tidak ada, nglesot saja


Recent Comments