Beberapa minggu yang lalu saya diajak mas Fathir untuk menghadiri Indonesia Linux Conference ( ILC 2006 ) di Surabaya sebagai wakil dari KPLI Jogja. Wah, kebetulan banget. Akhirnya saya merencanakan 3 hari perjalanan Jogja-Surabaya-Malang :D. Sekalian karena sudah terlanjur di Surabaya kenapa ga ke malang sekalian. Lagian di malang kan ada tempat persinggahan.

Setelah ajak sana ajak sini akhirnya kontingen KPLI Jogja yang berangkat ke ILC 2006 sebanyak 4 orang yaitu saya, mas Fathir, mas Iwan ( stwn ), dan mas Ucuk Ariyanto ( ryan_oke ). Setelah disepakati kami akhirnya berangkat ke Surabaya menggunakan kereta api sancaka yang berangkat dari Jogja jam 4 sore dan perkiraan sampai di surabaya jam 9 malam. Dan ternyata seperti biasa keretanya terlambat sekitar 1 jam. Setelah sampai di stasiun Surabaya Gubeng kami malah bertemu dengan Pak Rusmanto yang ternyata naik kereta yang sama dengan kami. Setelah bertemu dengan penjemput dari panitia kami mohon maaf karena keretanya telat tapi kata mereka terlambat seperti ini malah dibilang lebih cepat karena biasanya terlambatnya bisa sampai 3 jam. Waduh…

with pak Rus

Ketika akan ke penginapan Pak Rus tidak ikut bersama kami karena ada urusan lainnya. Saat tiba di penginapan saya cukup heran melihat penginapannya karena pas masuk gedungnya kok hanya terlihat papan nama dengan tulisan ruang kuliah. Tapi ternyata oleh panitia kami dipersilahkan naik ke lantai 5 menggunakan lift. Ouw ternyata tempat kuliah ini ada liftnya :D. Setelah sampai di lantai 5 langsung terasa suasana hotel. Boleh juga ni kampus, di bawah tempat kuliah di atasnya disewakan buat penginapan. Setelah beres-beres baru deh makan. Selagi makan kami membuka port obrolan di lorong hotel yang pada akhirnya semua listening ke port tersebut.

port obrolan

Mas Arie dari KLAS ikut meramaikan port obrolan dan juga sekalian meramu kira-kira apa yang akan dibicarakan pada KPLI meeting esok harinya. Karena esok hari waktu untuk KPLI meeting sangat terbatas maka poin-poinnya dibicarakan pada port obrolan malam itu. Berbagai macam ide, pendapat, dan bahkan keluh kesah dibicarakan. Tapi pada akhirnya Mas Arie menyimpulkan beberapa poin diantaranya tentang kesolidan dari KPLI dan tentang bentuk legalitas dari sebuah KPLI. Teman-teman KPLI banyak menemui hambatan pada msalah legalitas ketika pengajuan sponsor. Kebanyakan sponsor menanyakan soal legalitas atau keabsahan dari KPLI. Selain itu juga tentang bahu-membahu antar KPLI dalam pembentukannya dan masalah regenerasi dari KPLI. Sesudah berkeluh kesah dan ditetapkan poin-poin yang akan dibicarakan untuk esok hari maka port obrolan pun ditutup. Setelah port obrolan ditutup semuanya kembali ke kamar dan beristirahat karena esok hari harus “wakeup early” untuk efisiensi waktu. Setelah kembali ke kamar kami juga ngobrol-ngobrol dulu dan tentu saja saya mengambil foto Surabaya pada malam hari. Sebelum ke Surabaya saya agak kurang percaya pada rumor bahwa Surabaya itu panas. Walaupun saya sudah pernah ke surabaya sebelumnya tapi waktu itu masih kelas 3 SD :D. Nah setelah di Surabaya barulah saya membuktikan rumor tersebut. Saking panasnya waktu mandi sama sekali ga kerasa kalau lagi mandi, kerasanya cuman sekedar membasuh aja. Sebelum tidur Mas Ucuk menset AC pada suhu 16 C. Udah suhu sekecil itu tetep ga kerasa dinginnya. Karena takut masuk angin maka saya turunkan ke 20 C. Yah lumayanlah ga teralu panas ( ga maksud menjelek-jelekkan loh.. ). Esok harinya kami bangun agak siang, habisnya baru tidur jam 2 malam dan baru sampai Surabaya 4 jam sebelumnya. Tanpa basa-basi kami langsung siap-siap karena ga mau panitia nunggu kelamaan. Setelah semua siap barulah berangkat ke tempat seminar memakai bus yang sudah disiapkan panitia.

Rombongan KPLI@ ILC2006
Sesampainya di tempat acara seperti biasa foto-foto dulu. Acara dimulainya agak terlambat sekitar 30 menit tetapi berjalan lancar. Sesi pertama seminar di isi oleh Bapak Cahyana Ahmadjayadi. Beliau adalah seorang Dirjen Aplikasi dan Telematika Departemen Komunikasi dan Informasi.

Pak Cahyana kedua dari kiri
Materi yang disampaikan beliau kalau saya simpulkan adalah tentang IFOSI ( Inisiatif Free Open Source Indonesia ) dan juga dukungan beliau terhadap gerakan Open Source. Selain itu beliau juga mengkritisi tentang kesolidan dari KPLI. Di tengah-tengah Pak Cahyana memberikan materi seminar atau pas sesi tanya jawab yah ? saya agak lupa tapi yang pasti datang tamu dari sebuah software vendor propriatery terkemuka. Software vendor propriatery ke Indonesia Linux Conference ???? Insiden ini tentu saja membuat kami dari KPLI menjadi bingung bahkan mungkin sampai ada yang ilfill. Setelah sesi Pak Cahyana selesai gilirannya Pak Rus ( Pemred Infolinux ).

Bapak Rusmanto

Materi yang diberikan Pak Rus hanya berupa pengenalan tentang Open Source dan Linux karena kebanyakan peserta seminar adalah newbie dan mungkin awan. Selain itu juga Pak Rus memeberikan saran agar nanti saat KPLI meeting dipilih koordinator dari KPLI agar ketika ada yang mengundang untuk datang pada acara TI tertentu ada seseorang yang menjadi perwakilan dari seluruh KPLI. Setelah sesi Pak Rus Selesai software vendor propriatery terkemuka yang datang pada tengah acara mendapat giliran berbicara. Tapi panitia memberikan kebebasan kepada KPLI bila mau mendengarkan atau tidak. Of course 99% memilih tidak dan langsung ke tampat makan. Tapi karena saya penasaran ya mau ndengerin dulu sebentar. Ternya Mas Basuki dari KPLI Batam juga penasaran. Yah inti pembicaraannya adalah masalah interoperability in harmony. Dan juga mereka mengumumkan bahwa mereka juga membuka source kernel dari sistem operasinya yang terkenal itu. Ah, udahlah ga baek ngegosip. Daripada jadi su’uzon ( berprasangka buruk ) akhirnya saya dan Mas Basuki menuju tempat makan. Laper boo.. Dan karena tempat makan yang memungkinkan maka KPLI meeting pun dilaksanakan disana.

Makan-makan

Yah poin-poin yang dibicarakan pada saat port obrolan di penginapan pun dibahas. Tetapi bahasan pertama adalah usulan perwakilan seluruh KPLI. Akhirnya semua setuju memberi mandat kepada Pak Rus. Setelah dikonfirmasi Pak Rus pun setuju tetapi Pak Rus juga meminta agar ada backupnya bila Pak Rus berhalangan hadir. Oh ya, seharusnya pada KPLI meeting setiap KPLI mempresentasikan program kerjanya dan program yang sudah terlaksana maupun baru rencana. Tetapi karena keterbatasan waktu akhirnya ditiadakan dan diharapkan materi presentasinya di upload. Pada KPLI meeting, pemecahan masalah legalitas KPLI pun terpecahkan yaitu dengan “meminjam” YPLI tetapi dengan beberapa syarat tertentu. Pada akhir meeting direncanakan untuk mengadakan ILC2007 pada bulan april dan tempat menyusul. Setelah disetujui oleh semua peserta KPLI meeting maka KPLI meeting ILC2006 ditutup. Dan semua peserta bersiap-siap untuk pulang. Kami ber-empat menuju ke terminal. Karena Saya dan Mas Fathir berencana meneruskan perjalanan ke malang dan Mas Iwan dan Mas Ucuk kembali ke Jogja maka kami berpisah di terminal bungurasih Surabaya. Mas Iwan ( stwn ) dan Mas Ucuk langsung naik bis jurusan Jogja sementara saya dan Mas Fathir masih menunggu bis patas ke malang untuk meneruskan perjalanan ke malang.

Berita terkait : ILC 2006 from Azuwir’s blog, ILC 2006 report from Andi’s blog

Popularity: 10% [?]


Related Posts