BBM naik lagi
uncategorized Oktober 1st, 2005Ketika tulisan ini anda baca kemungkinan sangat besar BBM (Bahan Bakar Minyak ) sudah naik. Karena Saya menulis ini setelah melihat berita kenaikan harga BBM
.
Setelah BBM naik, tentu saja banyak yang memprotesnya. Diantara orang-orang yang kontra kenaikan BBM saya adalah orang yang pro kenaikan BBM. Mengapa ? mungkin itu pertanyaan yang akan muncul pertama kali. Kita tahu BBM yang kita pake adalah sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui dalam waktu yang relatif singkat tetapi membutuhkan waktu jutaan tahun. Karena itu jangan sembarangan makenya. Menurut saya kenaikan BBM adalah salah satu cara bagi kita untuk melakukan penghematan dan membuat kita lebih sehat. Misalkan kita butuh ke suatu tempat yang jaraknya sangat dekat, klo waktu BBM masih murah mah tinggal naik motor. Nah sekarang pas BBM dah naik ( premium Rp. 4500/liter ) kan mending jalan kaki. Ya ga ???
Popularity: 15% [?]


Oktober 10th, 2005 at 19:13
Coba dari dulu kaya gitu, Indonesia bisa jadi negara sehat, ga banyak polusi kaya sekarang. Mungkin emang Tuhan udah menetapkan untuk membersihkan udara tanah air ini, dengan cara menaikkan harga BBM ha ha ha….
Kalo dulu 1 mobil isinya 1 orang jaraknya cuma 100 meter, sekarang nebeng motor temen jadi 1 motor 2 orang (kan lebih hemat bbm ama ngurangin polusi dikit tuh…). Itu baru 2 orang, coba kalo semua orang Indonesia kaya gitu…
Ya Allah, naikkan saja harga BBM biar semua rakyat Indonesia sadar akan kebutuhan udara bersih, tapi kumohon, jangan naikkan harga-harga sembako he he he… Aamiin…
Januari 1st, 2006 at 14:41
Iya jeh, sekarang lumayan tobat ngisi bensin, jadi jarang keluar-keluar
Mei 7th, 2008 at 13:12
hei bung…!!
makanya jangan seperti katak dalam tempurung, anda sama seperti pemerintah yang hanya terfokus pada BBM non renewable. baca koran gak sih…??!
kan sudah ada temuan-temuan dari anak bangsa yang mengagumkan tentang BBM alternatif yg renewable seperti bahan bakar dari air laut dan bahan bakar dari plankton, sudah lolos uji mutu lagi, lalu..??? kenapa itu tidak ditindak lanjuti oleh pemerintah. kalau itu ditindaklanjuti kan semua masalah mengenai pembengkakan anggaran subsidi dan senagainya secara otomatis terpecahkan.. iya gak..??. pemerintah emang goblog…!
Mei 8th, 2008 at 10:18
#3 : saya ketika menulis tulisan ini masih tahun 2005 (silahkan lihat kanan bawah dari judul ini), jadi belum ada isu-isu seperti energi dari air laut dsb. Tentang bahan bakar dari air lau itu sendiri pun efisiensinya masih dipertanyakan karena energi yang diperlukan untuk membuat bahan bakar dari air laut tersebut tidak sebanding dari energi yang akan dihasilkan. Jadi masih belum bisa untuk produksi massal CMIIW.
Mei 11th, 2008 at 13:40
Aduh mas Tole, anda lulus SMA gak sih? Coba baca2 lagi dah pelajaran kimia n fisika, tentang hukum kekekalan energi, reaksi kimia, etc.
Dan satu lagi, saya personally kenal dengan si orang yg bikin BBM dari air laut. Otak beliau kayaknya rada2 gak beres … air laut + teknologi jin = BBM. Yg kayak gini dipercaya SBY pula … haduh, Endonesia … Endonesia.
Juni 4th, 2008 at 10:15
Sudah saatnya, kita berpikir secara integral dan holistik. Perbedaan pendapat akan menunjukkan kualitasnya jika kita mampu berpikir secara menyeluruh dan menyatu.
Perbedaan pendapat yang dilandasi cara berpikir yang setengah2 dan parsial tidak akan banyak memberikan manfaat dan sulit melahirkan solusi yang tepat
Kalo kita membandingkan dengan Venezuela dengan harga BBM murahnya, maka yang terjadi adalah perkembangan pembangunan kita juga akan seperti Venezuela, Mau???
Mengapa???
Lha……, belanja negara banyak terkuras hanya untuk kebutuhan pemenuhan subsidi BBM.
Bagaimana untuk memajukan pendidikan yang tertinggal dg Malaysia yang harga BBMnya di atas 10.000 (padahal Malaysia net exporter, Indonesia sudah menjadi net importer). Malaysia mampu meningkatan kualias pendidikannya karena mampu membiayai pendidikan dg jauh lebih baik dan membuat para guru mampu meningkatkan profesionalismenya karena punya biaya yang cukup untuk itu.
Lihatlah indikator kemajuan dari negara2 yang sukses menjadi negara maju, pengelolaan belanja negara yang produktif akan mampu menjadi leverage (pengungkit) bagi peningkatan pembangunan negara secara signifikan
Jadi sebagai mahasiswa atau rakyat jangat beripikir serakah….
Maunya segalanya dituruti…..
BBM Murah….
Pendidikan murah bahkan gratis….
Rakyat tidak mampu mendapatkan jaminan standar (kesehatan, dll)…..
Bebas penyakit….
Bebas gizi buruk …..
Jalan tidak berlubang……
Trus, pikirlah dg jernih…. Darimana negara mampu membiayai seluruh keinginan itu???. Maka negara perlu uang (pendapatan)
Sehingga APBN harus mencerminkan rencana strategi pemerintah untuk mengalokasikan pendapatan dan belanja yang produktif
Kalo Anda tidak mengerti makna belanja produktif, jangan banyak berkomentar tentang kenaikan BBM yang akhirnya menyesatkan cara berpikir banyak orang…..
Belanja disebut produktif jika belanja mampu menghasilkan dan meningkatkan manfaat yang berlipat2 dan terukur jelas, sebagaimana yang sudah dicapai oleh negara2 yang terbukti sudah maju
Anda ingin negara kita maju, tapi perilaku APBN kita anda paksa seperti perilaku APBN negara terbelakang, gimana bisa???….
Tidak setuju kenaikan BBM karena memicu inflasi tinggi (akhirnya meyusahkan rakyat) ????
Itulah konsekuensi dari sebuah pilihan. Tetapi apakah permasalahan itu kemudian menyebabkan kita salah memilih kebijakan yang akhirnya bahkan akan menyengsaran rakyat selama berabad2. mengapa???
Lah iya, wong pendidikan ya akan begini2 saja, jaminan pada oang tidak mampu ya sekedarnya, penyakit menjangkit dimana2, kematian ibu melahirkan sangat tinggi, akses kesehatan bagi orang miskin susah didapat, gizi buruk terjadi dimana2, dan lain-lain. Kita ngap bisa berbuat banyak karena nggak punya banyak uang bro….
Inflasi tinggi itu (kalo tidak terjadi secara beruntun dan dalam waktu yang singkat) maka tidak akan banyak menimbulkan persoalan (tidak terlalu merisaukan). Permasalahan (kerisauan) hanya terjadi di awal saja, asalkan pemerintah juga mampu me-manage inflasi itu dg baik.
Setelah inflasi tinggi, asalkan tidak ada faktor pemicu inflasi yang lainnya termasuk unsur ketidakpastan ekonomi (bisa disebabkan ketidakpastian keamanan, seperti demo yang anarkis), maka inflasi akan teredam dg sendirinya apalagi kalo dikombinasikan dg kebijakan pemerintah untuk meredam inflasi.
Mekanisme pasar juga akan bergerak dg sendirinya mengikuti besaran inflasi.
Pedagang di pasar juga akan menaikkan harga jualnya, sehingga pendapatannya naik….
Gaji pegawai negari sudah sejak dulu di awal pemerintahan ini dinaikkan hingga 100%, misal untuk freshworker dari 750 rb menjadi 1,5 juta…
Memang masih ada permasalahan dg penduduk berpendapatan tetap, tapi itulah masalah yang masih harus kita hadapi….
Tetapi perlu dicatat juga bahwa Perusahaan juga akan menaikkan harga jual produknya sehingga ada konsekuensi nantinya upah buruh juga harus dinaikkan…..
Hal ini membuktikan bahwa pendapatan tetap pun akhirnya akan dapat disesuaikan dan melakukan penyesuaian, tetapi memang lebih butuh waktu….
Intinya adalah untuk setiap kejadian inflasi maka mekanisme pasar akan bergerak dan mampu mengkondisikan perekonomian kembali pada posisi kesetimbangan pada akhirnya….
Yang dirasakan sekarang adalah kesusahan akibat inflasi yang tinggi itu, maka bersabarlah. Rasa sakit Itu adalah konsekuensi dari pilihan terbaik ini untuk menghindarkan kita dari kesengsaraan yang bisa saja berlangsung dan berlanjut selama berabad2 yang akan datang, yang akan kita sesali sebagaimana kita menyesali misalnya mengapa kita tertinggal dari Malaysia sampai saat ini
Jadi jangan sampai Anda semakin menyusahkan rakyat yang sudah susah dengan demo yang anarkis….
Cukup itu dulu dari saya ya……